Kejari Lamandau Tangani 80 Perkara di Tahun 2020

Nanga Bulik – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamandau menutup akhir tahun dengan membukukan penanganan 80 perkara tindak pidana kejahatan, baik yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht maupun yang sedang dalam proses penyidikan sepanjang 2020.

Perkara yang ditangani meliputi tindak pidana penyalahgunaan narkotika, pencurian, kekerasan, lakalantas, kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, penggelapan, pengeroyokan, termasuk perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Perkara yang paling menonjol yang berhasil ditangani Korps Adhyaksa ini sepanjang 2020 adalah perkara pencurian dengan total 22 perkara.

Selain kasus pencurian, perkara yang paling menonjol juga adalah perkara narkotika. Sepanjang 2020 kejari menangani 16 perkara dan 8 kasus di antaranya sudah diputus pengadilan dengan salahsatunya perkaranya adalah yang melibatkan Lamidi cs, dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 399 gram.

Kepala Kejaksaan Negeri Lamandau Agus Widodo melalui Kasi Intelijen Ma’ruf Muzakir mengatakan, dari total 80 perkara, 1 perkara di antaranya dilakukan SP3 atau Surat Penghentian Penyidikan, dikarenakan tersangka sudah meninggal, dan 2 perkara didiversi karena perkara melibatkan anak di bawah umur.

Selain itu pihaknya juga, ditahun 2020 ini sedang menangani dugaan perkara tidak pidana korupsi (Tipikor) di pemerintahan Desa Bunut, yang saat ini sudah dalam tahap pemeriksaan saksi dan telah dilakukan penggeledahan di Kantor Desa Bunut beberapa waktu lalu.

Sementara itu, selain melakukan penuntutan hukum, Kejaksaan Negeri Lamandau melalaui program penyuluhan hukum atau jaksa menyapa dan jaksa masuk sekolah, Kejari Lamandau juga aktif memberikan penerangan hukum melalui siaran radio ataupun penerangan hukum secara langsung ke sekolah maupun desa. Hal ini sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya tindak pidana yang dilakukan oleh Kejaksaan. Di antaranya dengan melaksanakan sebanyak 8 kali program penyuluhan hukum, terdiri dari 1 kali penerangan hukum di Desa Suja, 3 kali penyuluhan hukum jaksa masuk sekolah (JMS). Sisanya 4 kali melaksanaan program jaksa menyapa yang disiarkan melalui radio milik pemerintah.

Leave a Reply