Kasus Narkotika Masih Mendominasi di Kabupaten Lamandau

Caption: KASI INTEL KEJAKSAAN NEGERI LAMANDAU, MA’RUF MUZAKIR, SH

 

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamandau sejak awal tahun 2021, telah menangani sebanyak 46 perkara tindak pidana umum dari berbagai jenis kasus. Namun perkara yang mendominasi sejak Januari hingga mei 2021 adalah kasus narkotika dan pencurian. Kepala Kejaksaan Negeri Lamandau, Agus Widodo, melalui Kasi Intel Ma’ruf Muzakir mengatakan, penanganan perkara tindak pidana umum yang paling menonjol adalah perkara Narkotika.

“Dari 46 perkara, kasus narkotika di tahun ini mendominasi sebanyak 14 perkara, dan keduanya kasus pencurian sebanyak 6 perkara yang di tangani,” ujarnya, Senin (24/5/2021).

Disampaikannya, perkara Narkotika mendominasi karena kabupaten Lamandau menjadi jalur lintas provinsi antara Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar) yang menjadi sangat krusial. Menyikapi kasus tersebut, Kejari Lamandau terus melakukan sosialisasi, seperti melalui kegiatan Jaksa Masuk Sekolah dan penyiaran Radio. Tujuanya, untuk terus mengingatkan kepada muda mudi akan bahaya Narkoba.

Lebih lanjut, pandemi Covid-19 ini tidak mempengaruhi kinerja penegak hukum, dalam menjalankan kewajibannya. Bahkan hukuman kepada terdakwa kasus narkoba juga tidaklah yang ringan.

“Ditengah pandemi saat ini, untuk kasus narkotika masih cukup tinggi. Bahkan baru – baru ini kurir sabu divonis tinggi yakni 17 tahun penjara,” ungkapnya.

Rincian perkara tindak pidana umum yang ditangani oleh kejaksaan negeri Lamandau dari Januari – Mei 2021, yaitu, Narkoba (14) perkara, Pencurian (6) perkara, Perlindungan Anak (5) perkara, Penganiayaan (4) perkara, dan Penggelapan (4) perkara.
“Masih tingginya kasus Narkotika dan pencurian di wilayah Lamandau, hal ini harus benar – benar menjadi perhatian serius semua pihak,” pungkasnya. (Admin)

Repost: beritasampit.co.id

Leave a Reply